Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Sepenggal Rasa 08

Matahari terbenam Menuntun ku ke ujung hari Yang mendatangkan gelap Namun begitu indah Dengan bulan dan bintang Tetapi tidak dengan hari ini Angin perlahan datang Membawa kabut Hingga redup suasana ruang Di pengawal petang Seolah melarang Untuk melukis malam Yang tlah terbayang Tak ada yang ku harapkan Untuk sebuah senderan Yang dijanjikan Hanya alam yang mengerti Hati ini tak terobati Juga dunia tak mengetahui Ternyata aku sendiri Tolong jangan membenci Aku lelah tuk berlari Tak siap tuk dilukai Apalagi jatuh hingga mati - n

Sepenggal Rasa 07

Rintik air hujan jatuh Di permukaan yang keruh Hingga ku meneduh Di bawahnya tirai lusuh Perjalanan separuh Ku sambung tak payah mengeluh Angin terbang berkeliaran Memasuki ventilasi tanpa sapaan Dinginnya membawa kenangan Setiap detik yang menyenangkan Hari-hari begitu menawan Sayang untuk dilupakan Di kala itu, Dalam ruang persegi, Pagar bergigi, Jendela tersusun rapi Kita semua menikmati Duduk dibangku menghayati Getarannya tak pernah terlewati Andai dunia mengizinkan Tawa canda yang terelakan Tuk menghapus kepenatan Kala riuh nya pembelajaran Ingin rasa kembali Secepat hitungan detik yang berlari Walau kita terhalangi Ku harap semua memiliki Hati kecil yang menanti Tuk melukis memori kembali - n

Sepenggal Rasa 06

Perjalanan jauh telah kau tempuh Melangkah dengan pelan Juga berlari layaknya hari Lembar catatan pun telah penuh Satu masa kan berakhir Masa baru pun kan terlahir Tak sanggup banyak berpikir Waktu mengalir layaknya air Cerita suka cita tawa canda Kan tersimpan dengan baik Pada barisan larik yang pelik Tersusun oleh tinta begitu apik Terselip pada hujan rintik Tak kan ada yang lebih cantik Tapi dimana mereka, kawan lainnya Kau kan meninggalkannya Namun bukan tuk selamanya Semua ada batasnya Tapi hati kan merindukannya Dan tak segan tuk mencarinya Suatu kisah kini ada pada ujungnya Apa yang kan terjadi selanjutnya Tak ada yang mengetahuinya Hadapi apa adanya Jangan kau menyalahkannya - n

Sepenggal Rasa 05

Apa yang terjadi Mengapa aku seperti ini Perasaan yang ku miliki Seperti dihianati Getaran hatiku Tidak menentu Kepada siapa tertuju Namun, kau singgah Di saat kepalaku gundah Gugup ku rasakan Ingin ku hapuskan Tapi hati ini tak merelakan Kau berkata suka kepadaku Aku pun melihat itu Dari sepasang matamu Dan kau pun tau Aku suka kepadamu Tapi apa yang terjadi Kita tidak bersama Seolah takut menghancurkan Hubungan yang terjalin lama Hingga ku memilih Tuk memendam rasa ini sendiri - n

Sepenggal Rasa 04

Dahulu, Aku dan kau, kita dekat Bahkan tanpa perekat Berbagi hari dan minggu Bahkan bulan beserta tahun Warna yang pekat Hingga kini Setia melekat Di hati ku ini Namun kini tak lagi sama Aku dan kau, kita jauh Jarak membentang Seperti waktu melarang Di sunyinya petang Kau datang, di kepalaku Mengulang memori lalu Sungguh menyiksaku Tuk terbiasa tanpamu Di setiap hari ku Ingin ku memutar waktu Disaat aku dan kau, kita bersama Berbagi suka cita Terlampau bahagia Tapi ku rasa, hanya aku Yang mengingatmu, menginginkanmu, dan merindumu Terlintaskah aku dalam benakmu Walau hanya sekian detik Secercah kisah indah kita Kini, Kita seperti tak pernah tau Kita seperti tak pernah ada Ku selalu mengawasimu Kau terlihat baik Begitupun denganku Walau hanya topeng belaka Diam-diam hati ini Menggenggam namamu Tanpa ada seorang pun yang tau Aku takkan pernah memaksa Untuk kau balas Apa yang ku rasa Ku hanya bisa berharap Kau bahagia di setiap harimu Tersenyum d...

Sepenggal Rasa 03

Ingin mata menangis Meluruhkan yang dirasa Hati pun tak dapat menepis Yang terjadi memukul jiwa Terasa hampa, Kala yang ditimpa Tak tau mengapa Buta terhadap arah Hingga aku pun menyerah Air mata ini Tak mau mengalah Hidup ini, biarlah - n

Sepenggal Rasa 02

Mereka menatapku Pandangannya tertuju padaku Ujung kaki hingga ujung kepala Indranya pun berbicara Mengeluarkan kata Menyuarakan isi kepala Mengabaikan fakta Mereka tak mengetahuinya Aku berpikir, Aku memikirkan Jalanku yang ku pilih Mimpi-mimpi yang tertindih Menerjang, terjal Tinggi, menjulang Aku merintih, berusaha gigih Apa yang kau harapkan, dariku? Jawaban, tindakan Milikku hanya aku yang tahu Pemikiranmu tak sama denganku Aku tidak mengusikmu Tapi tidak dengan kau kepadaku Simpan kata-kata mu Kau tak membantu, kau buntu - n

Sepenggal Rasa 01

Terlahir di dunia  Di alam semesta Menjalani kehidupan Sebagai manusia Menapaki karma terdahulu Bahagia dengan sederhana Dibubuhi canda tawa Juga senyuman yang terukir Selalu mencoba berdamai Pertentangan antara pemikiran Kusut tak berujung Menguras tenaga Mendatangkan pertikaian Ingin rasa menghilang Bersama suasana hati yang malang Memiliki jalan tersendiri Berjalan tanpa menyadari Ini hanya sementara - n